Phytagoras
• Phytagoras berkata,”jika engkau ingin hidup senang,mka hendaklah engkau rela di anggap sebgai tidakberakal atau di anggap orang bodoh”.
• Pukulan dari sahabatmu lebih baik dari pada ciuman dari musuhmu.
• Phytagoras berkata,”jangan sekali-kali percaya paada kasih sayingyang datang tiba-tiba,karena dia akan meninggalkanmu dengan tiba-tiba pula”.
• Jangan membanggakan apa yang kamu lakukan hari ini, sebab engkau tidaka akan tahu apa yang akan di berikan oleh hari esok.
Plato
• Orang yang ingin bergembira harus menyukai kelelahan akibat bekerja.
• Janganlah engkau berteman dengan orang jahat karena sifatmu akan mencuri sifatnya tanpa engkau sadari.
• Plato berkata ,”Orang yang berilmu mengetahi orang yang bodoh karena dia pernah bodoh,sedangkan orang yang bodoh tidak mengetahui orang yang berilmu karena dia tidak pernah berilmu”.
• Budi pekerti yang tinggi adalah rasa malu terhadap diri sendiri.
• Plato di Tanya,”Bagaimana caranya agar seseorang biasa hidup dengan tenang?”. Dia menjawab ,” Jika orang itutidak melakukan kejahatanh dan tidak beredihh akan sesuatu yang di alaminya,maka dia tentu akan merasa tenang”.
• Kerendahan seseorang di ketahui melalui dua hal : banyak berbicara tentang hal-hal yang tidak berguna,dan bercerita padahal tidak di tanya.
• Jangan terlalu banyak mengenal orang .sebab, kalian lebih sering di sakiti oleh orang yang kalian kenal,sedangkan orang yang tidak kalian kenal nyaris tidak dapat menyakiti kalian.
• Cint6a adalah gerak jiwa yang kosong tanpa pikiran.
Thales
• “orang yang bercita-cita tinggi adalah orang yang menganggap teguran teguran keras baginya lenbut daripada sanjungan merdu dari penjilat yang berlebih-lebihan”
• “apabila kamu menasihati orang yang bersalah maka berlemah lembutlah agar dia tidak merasa di telanjangi”
• “orang yang secara sembunyi-sembunyi melakukan suatu perbuatan yang tidak di llakukan secara terang-terangan,ia tidak berharga di hadapan dirinya”
Socrates
• Seseorang menampar pipi Socrates,lalu pada bekas tamparan itu Socrates menulis “Seseorang telah menamparku ini balasan dariku”.
• Socrates di cela karena makan terlalu sedikit, maka di menjawab,“aku makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan”.
• Socrates di cela karena di tidak banyak bicara, dia menjawab,”Allah Taala telah menciptakan dua telinga dan satu lidah untukku agar aku banyak mendengar daripada berbicara,tetapi kalian lebih banyak bicara daripada mendengar”.
• Setelah berusia tua,Socrates,belajar musik. Lalu ada orang berkata padanya,” apakah engkau tidak malu belajar di usia tua?”. Dia menjawab,” Aku merasa lebih malu menjadiorang yang bodoh di usia tua”.
• Socrates berkata,”Cobalah dulu,barucerita. Pahamilah dulu,barumenjawab. Pikirlah dulu,baru berkata.Dengarlah dulu,baru beri penilaian.Bekerjalah dulu,baru berharap.
• Socrates berkata ,” kesedihan membuat akal terpana dan tidak berdaya.jika anda tertimpa kesedihan, terimalah dia dengan keteguhan hati dan berdayakanlah akal untuk mencari jalan keluar”.
• Janganlah engaku menceritakan isi jiwamu kepada oarng lain,karena sungguh jelek orang yang menaruh hartanya di rumah dan memerkan isinya.
• Kesejahteraaan memberikan peringatan,sedangkan bencana memberi nasihat.
• Janagn mengomentari kesalahan orang lain, karena orang itu akan mengambil manfaat dari ilmumu lalu di menjadi musuhmu
Selasa, 20 November 2012
Filsafat
Pengertian Filsafat
Filsafat berasal dari kata falsafah (bahasa Arab) atau filosofi (bahasa Yunani) berarti cnta kebijaksanaan, cinta menggunakan akal budinya atau cinta menggunakan pengalaman dan pengetahuannya secara arif. Karena menggunakan pengalaman dan pengetahuan secara arif dengan akal budi dianggap suatu kebenaranuntuk bertindak maka cinta kebijaksanaan juga dianggap cinta akan kebenaran untuk bertindak. Kebijaksanaan dapat berbeda dengan kebijakan. Pada umumnyakebijakan merupakan konsep, asas atau aturan biasanya tertulis untuk melaksanakan kebijaksanaan. Kebenaran dan kebijaksanaan itu sebetulnya masih relative, karena yang absolute ataudefinitive ada pada Tuhan.
Adapun pengertian filsafat dari beberapa ahli diantaranya:
Plato
Plato berpendapat bahwa filsafat adalah pengetahuan yang mencoba untuk mencapai pengetahuan tentang kebenaran yang asli
Aristoteles
Menurut Aristoteles, filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika (filsafat keindahan).
Hasbullah Bakry
Menurut Bakry, ilmu filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatudengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan juga manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai akan manusia dan bagaimana sikap manusia seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.
Al Farabi
Filsuf Arab ini mengatakanbahwa filsafat adalah ilmu(pengetahuan) tentang hakikat bagaimana alam maujud yang sebenarnya.
Cabang filsafat tersebut secara singkat adalah sebagai berikut:
1. Logika adalah cabang filsafat yang mempelajari aturan ataupatokan yang harus ditaati agar orang dapat berpikir dengan tepat, teliti dan teratur untuk mencapai kebenaran.
2. Epistemology salah satu cabang filsafat yang menyoroti, dari sudut sebab pertama, gejalan pengetahuan dan kesadaran manusia. Apakah pengetahuan itubenar dan terpercaya; apakah tetap dan tidak berubah, atau berubah-ubah saja, ataupun bergerak dan berkembang; dan jika yang terakhir itu keadaannya, lalu ke manakah ia; apakah merupakan masalah pribadi ataukah sejauh mana memasyarakat dan menyejarah. Dalam epistemology diusahakan member jawab atas pertanyaaan kemungkinan pengetahuan, tentang batasannya, tentang asaldan jenis pengetahuan.
3. Kritik ilmu yang disebut filsafat ilmu pengetahuan adalah cabang filsafat yang menyibukkan diri dengan teori pembagianilmu, metode yang digunakan dalam ilmu, tentang dasar kepastian dan jenis keterangan yang diberikan yang tidak termasuk bidang ilmu pengetahuan melainkan merupakan tugas filsafat. Dewasa inifilsafat pengetahuan dirasakan semakin penting.
4. Ontology sering disebut metafisika umum atau filsafat pertama adalah filsafat tentang seluruh kenyataan atau segala sesuatu sejauh itu ‘ada’. Manusia, benda, tumbuh-tumbuhan, binatang adalah suatu pengada, karena itu pengetahuan tentang pengada sejauh mereka ada, disebut ontology. Jadi, metafisika adalah refleksi filsafat kenyataan paling dalam dan paling akhir secara mutlak. Metafisika umum bermaksud mengungkapkan seluruhkenyataan dalam satu visi menurut intinya yang paling mutlak.
5. Teologi metafisik membicarakan filsafat ke-Tuhan-an atau logos (ilmu) tentang Theos (Tuhan) menurut ajaran agama dan kepercayaan
Kosmologi membicarakan kosmos atau alam semesta tentang hal ihwaldan evolusinya. Filsuf yangberperan antara lain Pitagoras, Plato, Ptolemenus (system edaran benda di langit, bertahan 14 abad) lalu diganti oleh system Copernicus.
1. Antropologi bersangkutan dengan filsafat manusia mempelajari manusia sebagai manusia; menguraikan apa atau siapa manusia menurut adanya yang terdalam; sejauh bisa diketahui mulai dengan akal budinya yang murni. Kajian filsafat manusia adalah manusia yang hidup dalam banyak dimensi. Manusia adalah sekaligus materi dan hidup, badan dan jiwa; ia mempunyai kehendakdan pengertian. Manusia juga seorang individu, tetapi tidak dapat hidup terlepas dari orang lain. Manusia merupakan tempat bertemunya kebebasan dan keharusan, masa lampauyang tetap dan masa depan yang masih terbuka.
2. Etika atau filsafat moral. Etika adalah bidang filsafat yang mempelajari tidakan manusia. Etika dibedakan dari semua cabang filsafat lain karena tidak mempersoalkan keadaan dalam kaitannya dengan tujuanhidupnya
3. Estetika sering juga disebut filsafat keindahan (seni), adalah cabang filsafat yang berbicara tentang pengalaman, bentuknya,hakikat keindahan yang bersifat jasmani dan rohani. Apa karya seni itu, apa yang disebut indah itu; mengapa objek tertentu atau bidang tertentu sangat menarik untuk manusia?Itulah pertanyaan yang menjadi tugas estetika.
4. Sejarah filsafat adalah cabang filsafat yang mengajarkan jawaban para pemikir besar, temayang dianggap paling penting dalam periode tertentu, dan aliran besar yang menguasai pemikiran selama suatu jaman atau suatu bagiandunia tertentu.
Filsafat berasal dari kata falsafah (bahasa Arab) atau filosofi (bahasa Yunani) berarti cnta kebijaksanaan, cinta menggunakan akal budinya atau cinta menggunakan pengalaman dan pengetahuannya secara arif. Karena menggunakan pengalaman dan pengetahuan secara arif dengan akal budi dianggap suatu kebenaranuntuk bertindak maka cinta kebijaksanaan juga dianggap cinta akan kebenaran untuk bertindak. Kebijaksanaan dapat berbeda dengan kebijakan. Pada umumnyakebijakan merupakan konsep, asas atau aturan biasanya tertulis untuk melaksanakan kebijaksanaan. Kebenaran dan kebijaksanaan itu sebetulnya masih relative, karena yang absolute ataudefinitive ada pada Tuhan.
Adapun pengertian filsafat dari beberapa ahli diantaranya:
Plato
Plato berpendapat bahwa filsafat adalah pengetahuan yang mencoba untuk mencapai pengetahuan tentang kebenaran yang asli
Aristoteles
Menurut Aristoteles, filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika (filsafat keindahan).
Hasbullah Bakry
Menurut Bakry, ilmu filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatudengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan juga manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai akan manusia dan bagaimana sikap manusia seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.
Al Farabi
Filsuf Arab ini mengatakanbahwa filsafat adalah ilmu(pengetahuan) tentang hakikat bagaimana alam maujud yang sebenarnya.
Cabang filsafat tersebut secara singkat adalah sebagai berikut:
1. Logika adalah cabang filsafat yang mempelajari aturan ataupatokan yang harus ditaati agar orang dapat berpikir dengan tepat, teliti dan teratur untuk mencapai kebenaran.
2. Epistemology salah satu cabang filsafat yang menyoroti, dari sudut sebab pertama, gejalan pengetahuan dan kesadaran manusia. Apakah pengetahuan itubenar dan terpercaya; apakah tetap dan tidak berubah, atau berubah-ubah saja, ataupun bergerak dan berkembang; dan jika yang terakhir itu keadaannya, lalu ke manakah ia; apakah merupakan masalah pribadi ataukah sejauh mana memasyarakat dan menyejarah. Dalam epistemology diusahakan member jawab atas pertanyaaan kemungkinan pengetahuan, tentang batasannya, tentang asaldan jenis pengetahuan.
3. Kritik ilmu yang disebut filsafat ilmu pengetahuan adalah cabang filsafat yang menyibukkan diri dengan teori pembagianilmu, metode yang digunakan dalam ilmu, tentang dasar kepastian dan jenis keterangan yang diberikan yang tidak termasuk bidang ilmu pengetahuan melainkan merupakan tugas filsafat. Dewasa inifilsafat pengetahuan dirasakan semakin penting.
4. Ontology sering disebut metafisika umum atau filsafat pertama adalah filsafat tentang seluruh kenyataan atau segala sesuatu sejauh itu ‘ada’. Manusia, benda, tumbuh-tumbuhan, binatang adalah suatu pengada, karena itu pengetahuan tentang pengada sejauh mereka ada, disebut ontology. Jadi, metafisika adalah refleksi filsafat kenyataan paling dalam dan paling akhir secara mutlak. Metafisika umum bermaksud mengungkapkan seluruhkenyataan dalam satu visi menurut intinya yang paling mutlak.
5. Teologi metafisik membicarakan filsafat ke-Tuhan-an atau logos (ilmu) tentang Theos (Tuhan) menurut ajaran agama dan kepercayaan
Kosmologi membicarakan kosmos atau alam semesta tentang hal ihwaldan evolusinya. Filsuf yangberperan antara lain Pitagoras, Plato, Ptolemenus (system edaran benda di langit, bertahan 14 abad) lalu diganti oleh system Copernicus.
1. Antropologi bersangkutan dengan filsafat manusia mempelajari manusia sebagai manusia; menguraikan apa atau siapa manusia menurut adanya yang terdalam; sejauh bisa diketahui mulai dengan akal budinya yang murni. Kajian filsafat manusia adalah manusia yang hidup dalam banyak dimensi. Manusia adalah sekaligus materi dan hidup, badan dan jiwa; ia mempunyai kehendakdan pengertian. Manusia juga seorang individu, tetapi tidak dapat hidup terlepas dari orang lain. Manusia merupakan tempat bertemunya kebebasan dan keharusan, masa lampauyang tetap dan masa depan yang masih terbuka.
2. Etika atau filsafat moral. Etika adalah bidang filsafat yang mempelajari tidakan manusia. Etika dibedakan dari semua cabang filsafat lain karena tidak mempersoalkan keadaan dalam kaitannya dengan tujuanhidupnya
3. Estetika sering juga disebut filsafat keindahan (seni), adalah cabang filsafat yang berbicara tentang pengalaman, bentuknya,hakikat keindahan yang bersifat jasmani dan rohani. Apa karya seni itu, apa yang disebut indah itu; mengapa objek tertentu atau bidang tertentu sangat menarik untuk manusia?Itulah pertanyaan yang menjadi tugas estetika.
4. Sejarah filsafat adalah cabang filsafat yang mengajarkan jawaban para pemikir besar, temayang dianggap paling penting dalam periode tertentu, dan aliran besar yang menguasai pemikiran selama suatu jaman atau suatu bagiandunia tertentu.
Pengertian Filsafat
Filsafat merupakan suatu forum, tempat atau ajang diskusi yang bebas; tempat mencari hikmat ditengah-tengah ilmu pengetahuan. Filsafat berusaha mendekati masalah mendasar manusia yang harus dianggap secara terbuka, mendalam, sistematis, kritis dan tidak apriori, atau berprasangka, tidak dogmatis dan ideologis, melainkan secara rasional dan argumentative.
Jadi filsafat timbul karena pengalaman sistematis dari pengetahuan. Pengertian pengetahuan juga dapat bermacam-macam antara lain adalah ‘sesuatu yang ada atau dianggap ada’ (lihat pengetahuan).
Pengetahuan dapat berkembang. Pengetahuan yang berkembang terus, kemudian diatur secara sistematis, metodis dengan tujuan tertentu hingga terbentuk ilmu pengetahuan.
Pengetahuan dapat berkembang. Pengetahuan yang berkembang terus, kemudian diatur secara sistematis, metodis dengan tujuan terus tertentu hingga terbentuk ilmu pengetahuan. Selanjutnya ilmu pengetahuan dikaji mendalam sesuai teori pembagian ilmu, menggunakan metode yang digunakan dalam ilmu tertentu untuk menemukan kebenaran dan dasar kepastian serta dikritik untuk memastikankebenaran hingga terjadilah cabang filsafat yang disebut kritik ilmu atau filsafat ilmu pengetahuan.
Filsafat sering diuraikan dengan kata-kata atau kalimat yang susah dipahami oleh yang baru belajar. Karena itu dalam buku pegangan ini baik untuk filsafat umum sebagai pengenalan.
Pengetahuan, ilmu pengetahuan dan filsafat ilmu pengetahuan, teknologi serta etika masing-masing ditinjau dari;
1. Aspek ontology; mempelajari ‘yang ada’ being, what atau who dengan sebenarnya yang dibagi menjadi objek materi dan objek formal. Objek materi/material yaitu materi yang dipelajari. Objek formal/formal yaitu pendekatan, ‘point of interest’ atau bidang yang dipelajari. Objek forma/formal yaitu pendekatan ‘point of interest’ atau bidang yang dipelajari atas objek materi tersebut
2. Aspek aksiologi; mempelajari tujuan ‘yang ada’ secara etis untuk apa dan kapan serta;
3. Aspek epistemology; mempelajari mengapa dan bagaimana teori pembagian ilmu tertentu, cara atau metode dan system yang digunakan untuk mencapai ‘yang ada’ tadisecara etis dan benar
Jadi filsafat timbul karena pengalaman sistematis dari pengetahuan. Pengertian pengetahuan juga dapat bermacam-macam antara lain adalah ‘sesuatu yang ada atau dianggap ada’ (lihat pengetahuan).
Pengetahuan dapat berkembang. Pengetahuan yang berkembang terus, kemudian diatur secara sistematis, metodis dengan tujuan tertentu hingga terbentuk ilmu pengetahuan.
Pengetahuan dapat berkembang. Pengetahuan yang berkembang terus, kemudian diatur secara sistematis, metodis dengan tujuan terus tertentu hingga terbentuk ilmu pengetahuan. Selanjutnya ilmu pengetahuan dikaji mendalam sesuai teori pembagian ilmu, menggunakan metode yang digunakan dalam ilmu tertentu untuk menemukan kebenaran dan dasar kepastian serta dikritik untuk memastikankebenaran hingga terjadilah cabang filsafat yang disebut kritik ilmu atau filsafat ilmu pengetahuan.
Filsafat sering diuraikan dengan kata-kata atau kalimat yang susah dipahami oleh yang baru belajar. Karena itu dalam buku pegangan ini baik untuk filsafat umum sebagai pengenalan.
Pengetahuan, ilmu pengetahuan dan filsafat ilmu pengetahuan, teknologi serta etika masing-masing ditinjau dari;
1. Aspek ontology; mempelajari ‘yang ada’ being, what atau who dengan sebenarnya yang dibagi menjadi objek materi dan objek formal. Objek materi/material yaitu materi yang dipelajari. Objek formal/formal yaitu pendekatan, ‘point of interest’ atau bidang yang dipelajari. Objek forma/formal yaitu pendekatan ‘point of interest’ atau bidang yang dipelajari atas objek materi tersebut
2. Aspek aksiologi; mempelajari tujuan ‘yang ada’ secara etis untuk apa dan kapan serta;
3. Aspek epistemology; mempelajari mengapa dan bagaimana teori pembagian ilmu tertentu, cara atau metode dan system yang digunakan untuk mencapai ‘yang ada’ tadisecara etis dan benar
Filosofi Hidup
Ketika masalah datang, Anda akanmenjadi lebih damai jika yang Anda
pikirkan adalah jalan keluar dari masalah, bukan bayangan dari
penderitaan yang akan Anda alami. (Tung Desem Waringin)
Kalau Anda ingin sukses, Anda harus "bertanya" kepada orang yang di
atas rata-rata atau orang yang lebih sukses, serta"mendengarkan"
nasihatnya. (TDW)
Penentu utama keberhasilan adalah bekerja. (John D. Rockefeller Jr,
Mantan Presiden Direktur Standar Oil Company)
Rahasia sukses yang sebenarnya adalah semangat, Apabila Anda
bersemangat maka hidup Anda akan sukses. (Walter P. Chrysler, Pendiri
Chrysler Co.)
Bagi hati yang berani, tidak ada yang tidak mungkin. Tetapi, bagi hati
yang penakut, yang pasti punakan diperlakukan sebagai tidak mungkin.
Itu sebabnya, kemungkinan Anda hanya sebesar keberanian Anda. (Anonim)
Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan.
Tetapi, acap kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup
sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakanbagi kita. (Anonim)
Satu-satunya sukses yang dapat diraih sebelum bekerja hanya ada di
kamus saja. (Donald Kendall, Mantan Presiden Komisaris Pepsi Co.)
Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal
terbaik. Mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal
yang hadir dalam hidup mereka. (Anonim)
Nasib baik adalah pertemuan antara persiapan dan kesempatan. (TDW)
Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan.
Anda tidak dapat terus hidup dengan baik jika Anda tidakmelupakan
kegagalan sakit hati pada masa lalu. (Anonim)
Sukses datang dari fokus yang terus-menerus terhadap pembaharuan.
(Gary Tooker, Presiden Direktur Motorola)
Jika ingin sukses, Anda harus lebih rajin daripada orang lain. (Anonim)
Nikmatilah hidup dengan melakukan hal-hal yang kecil. Sebab, bila
suatu saat Anda menengok ke belakang, ternyata hal-hal kecil itu
tidaklah kecil. (Anonim)
Satu Ons pengalaman sama nilainya dengan satu Ton teori. (Benjamin
Franglin, Mantan Presiden Amerika
pikirkan adalah jalan keluar dari masalah, bukan bayangan dari
penderitaan yang akan Anda alami. (Tung Desem Waringin)
Kalau Anda ingin sukses, Anda harus "bertanya" kepada orang yang di
atas rata-rata atau orang yang lebih sukses, serta"mendengarkan"
nasihatnya. (TDW)
Penentu utama keberhasilan adalah bekerja. (John D. Rockefeller Jr,
Mantan Presiden Direktur Standar Oil Company)
Rahasia sukses yang sebenarnya adalah semangat, Apabila Anda
bersemangat maka hidup Anda akan sukses. (Walter P. Chrysler, Pendiri
Chrysler Co.)
Bagi hati yang berani, tidak ada yang tidak mungkin. Tetapi, bagi hati
yang penakut, yang pasti punakan diperlakukan sebagai tidak mungkin.
Itu sebabnya, kemungkinan Anda hanya sebesar keberanian Anda. (Anonim)
Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan.
Tetapi, acap kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup
sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakanbagi kita. (Anonim)
Satu-satunya sukses yang dapat diraih sebelum bekerja hanya ada di
kamus saja. (Donald Kendall, Mantan Presiden Komisaris Pepsi Co.)
Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal
terbaik. Mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal
yang hadir dalam hidup mereka. (Anonim)
Nasib baik adalah pertemuan antara persiapan dan kesempatan. (TDW)
Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan.
Anda tidak dapat terus hidup dengan baik jika Anda tidakmelupakan
kegagalan sakit hati pada masa lalu. (Anonim)
Sukses datang dari fokus yang terus-menerus terhadap pembaharuan.
(Gary Tooker, Presiden Direktur Motorola)
Jika ingin sukses, Anda harus lebih rajin daripada orang lain. (Anonim)
Nikmatilah hidup dengan melakukan hal-hal yang kecil. Sebab, bila
suatu saat Anda menengok ke belakang, ternyata hal-hal kecil itu
tidaklah kecil. (Anonim)
Satu Ons pengalaman sama nilainya dengan satu Ton teori. (Benjamin
Franglin, Mantan Presiden Amerika
PSIKOLOGI | KEHIDUPUN
Filosofi hidup hampir berkaitan dengan prinsip hidup. Semua
orang yang masih eksis mempunyai pegangan hidup, tujuan hidup,
prinsip hidup maupun filosofi hidup. Tentunya halini cukup berbeda
di antara satu dengan lainnya dalam menyikapinya. Karena, setiap
orang itu tidak sama, setiap orang itu unik, setiap orang merupakan
mahluk individualisme yang membedakan satu dengan lainnya.
Ada yang mempunyai tujuan hidup yang begitu kuat, namun
prinsip hidupnya lemah, atau sebaliknya ada orang yang mempunyai
tujuan hidup yang lemah, namun memiliki prinsip hidup yang kuat. Ini
tidaklah menjadi suatu permasalahan, yang penting seberapa baiknya
seseorang menyambung hidupnya dengan berbagai persoalan dunia yang
ada, atau dengan kata laiinya bagaimana kondisi psikologis/jiwa
seseorang dalam menjalanihidupnya.
Prinsip hidup masih jauh kaitannya dengan psikologi, namun
psikologi mau tau mau berhubungan langsung dengan prinsip hidup.
Karena, dengan menijau prinsip hidup seseorang dapat diketahui
kondisi jiwa seseorang. Prinsip hidup dan filosofi hidup sangat luas
cakupannya, tidak hanya ditinjau dari segi psikologi, tapi seluruh
cabang ilmu pengetahuan yang ada. Prinsip hidup seseorang dapat
diambil dari perspektif psikologi, agama, seni, literatural,
metafisika, filsafat dsb.
Bagi sebagian orang, filosofi hidup dapat dijadikan sebagai
panutan hidup, agar seseorang dapat hidup dengan baik dan benar.
Adapula sebagaian orang yang tidak menghiraukan apa itu tujuan hidup
dan filosofi hidup, ia hanya hidup mengikuti arus yang mengalir dan
sebagian orang lagi, terlalukuat memegang tujuan hidup dan filosofi
hidupnya sehingga membuat ia menjadi keras dan keras, Jadi,
kesimpulannya ada 3 sifat manusia yang bisa ditinjau dari filosofi
hidupnya, yaitu orang yanglemah, orang yang netral dan orang yang
keras.
Orang yang lemah adalah orang yang tidak mempunyai tujuan hidup atau
prinsip hidup. Ia tidak tahu untuk apa ia hidup, ia tidakberusaha
mengetahui kebenaran di balik fenomena alam ini, sehingga terkadang
baik dan buruk dapat dijalaninya. Orang yang netral adalah orang
yang mempunyai tujuan dan prinsip hidup, tetapi tidak mengukuhinya
dengan terlalu kuat. Ia berusaha mencari kebenaran hidup dan hidup
dalam kebijakan dan kebenaran, ia bebas dan netral, tidak kurang dan
tidak melampaui, ia beradadi tengah-tengah. Orang yang kuat adalah
orang yang memegang kuat tujuan dan prinsip hidupnya. Sehingga ia
mampu melakukan apa saja demi tercapai tujuannya. Ia terikat oleh
filosofinya, ia kuat dan kaku berada di atas pandangannya, ia merasa
lebih unggul dari orang lain dan melebihi semua orang.
Jika ditinjau dari sisi psikologi. Orang-orang yang di atas juga
dapat dikategorikan, seperti orang yang mempunyai jiwa yang lemah,
jiwa yang sedang dan jiwa yang kuat. Namun, untuk yang berjiwa
sehat, seseorang tidak hanya dilihat dari jiwa lemah, sedang ataupun
kuatnya. Penerapan tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari
itulah yang penting.
Pada dasarnya, tujuan dan prinsip hidup seseorang itubaik dan
bersih. Pada saat seseorangdalam keadaan tenang, ia membuat
berbagai tujuan dan prinsip dalam hidupnya, namun ketika diterapkan
timbul beberapa hambatandari luar dirinya atau adanya pengaruh dari
lingkungan eksternalnya. Salah satu pengaruh terbesar dari luar
dirinya adalah panca indera. Panca indera yang tidak terjaga dengan
baik akan membuat seseorang terpeleset dari tujuan dan prinsip
hidupnya. Telinga bisa mendengar, mata bisa melihat, mulut bisa
berbicara. Semua itu harus dikendalikan dengan baik.
Sebagai contoh konkret, saya mempunyai tujuan hidup menjadi
seseorang yang berguna untuk menolong semua mahluk hidup sampai ajal
menemui dan filosofi hidupnya adalah bila ada orang baik kepada
saya, maka saya akan baik kepadanya, dan bila ada orang jahat kepada
saya, maka saya akan baik juga kepadanya. Dari filosofi hidup ini,
jika dilihat dari sisi psikologinya, orang tersebut mempunyai jiwa
yang sehat, tidak mendendam dan bahagia menerima hidup. Namun, itu
hanyalah sebuah filosofi hidup, yang terpenting adalah bagaimana ia
menerapkan dalam perilakunya, apakah bisa sesempurna dengan filosofi
hidupnya atau hanya sekedar membuat filosofi hidup tetapi tidak
dijalankannya ataupun ia membuat suatu filosofi hidup, namun ia
susah menjalannya karena tidak bisa menahan godaan atau hambatan
dari luar dirinya.
Sebuah filosofi hidup bisa didapatkan dari seorang pemikir-pemikir
jenius yang bijaksana, bebas dan terpelajar. Biasanya orang tersebut
dianggap sebagai seorang filsuf, pelopor kebijakan. Masing-masing
negara memiliki tokoh filosofinya. Orang pertama yang memperkenalkan
filsafat hidup ke dalam ilmu pengetahuan adalah orang Yunani yang
kebetulan pada saat itu negaranya merupakan negara yang bebas dalam
berkarya. Terbukti begitu banyak para filsuf terkenal kebanyakan
dari bangsa Yunani, sepertiAristoteles, Plato dan Socrates
orang yang masih eksis mempunyai pegangan hidup, tujuan hidup,
prinsip hidup maupun filosofi hidup. Tentunya halini cukup berbeda
di antara satu dengan lainnya dalam menyikapinya. Karena, setiap
orang itu tidak sama, setiap orang itu unik, setiap orang merupakan
mahluk individualisme yang membedakan satu dengan lainnya.
Ada yang mempunyai tujuan hidup yang begitu kuat, namun
prinsip hidupnya lemah, atau sebaliknya ada orang yang mempunyai
tujuan hidup yang lemah, namun memiliki prinsip hidup yang kuat. Ini
tidaklah menjadi suatu permasalahan, yang penting seberapa baiknya
seseorang menyambung hidupnya dengan berbagai persoalan dunia yang
ada, atau dengan kata laiinya bagaimana kondisi psikologis/jiwa
seseorang dalam menjalanihidupnya.
Prinsip hidup masih jauh kaitannya dengan psikologi, namun
psikologi mau tau mau berhubungan langsung dengan prinsip hidup.
Karena, dengan menijau prinsip hidup seseorang dapat diketahui
kondisi jiwa seseorang. Prinsip hidup dan filosofi hidup sangat luas
cakupannya, tidak hanya ditinjau dari segi psikologi, tapi seluruh
cabang ilmu pengetahuan yang ada. Prinsip hidup seseorang dapat
diambil dari perspektif psikologi, agama, seni, literatural,
metafisika, filsafat dsb.
Bagi sebagian orang, filosofi hidup dapat dijadikan sebagai
panutan hidup, agar seseorang dapat hidup dengan baik dan benar.
Adapula sebagaian orang yang tidak menghiraukan apa itu tujuan hidup
dan filosofi hidup, ia hanya hidup mengikuti arus yang mengalir dan
sebagian orang lagi, terlalukuat memegang tujuan hidup dan filosofi
hidupnya sehingga membuat ia menjadi keras dan keras, Jadi,
kesimpulannya ada 3 sifat manusia yang bisa ditinjau dari filosofi
hidupnya, yaitu orang yanglemah, orang yang netral dan orang yang
keras.
Orang yang lemah adalah orang yang tidak mempunyai tujuan hidup atau
prinsip hidup. Ia tidak tahu untuk apa ia hidup, ia tidakberusaha
mengetahui kebenaran di balik fenomena alam ini, sehingga terkadang
baik dan buruk dapat dijalaninya. Orang yang netral adalah orang
yang mempunyai tujuan dan prinsip hidup, tetapi tidak mengukuhinya
dengan terlalu kuat. Ia berusaha mencari kebenaran hidup dan hidup
dalam kebijakan dan kebenaran, ia bebas dan netral, tidak kurang dan
tidak melampaui, ia beradadi tengah-tengah. Orang yang kuat adalah
orang yang memegang kuat tujuan dan prinsip hidupnya. Sehingga ia
mampu melakukan apa saja demi tercapai tujuannya. Ia terikat oleh
filosofinya, ia kuat dan kaku berada di atas pandangannya, ia merasa
lebih unggul dari orang lain dan melebihi semua orang.
Jika ditinjau dari sisi psikologi. Orang-orang yang di atas juga
dapat dikategorikan, seperti orang yang mempunyai jiwa yang lemah,
jiwa yang sedang dan jiwa yang kuat. Namun, untuk yang berjiwa
sehat, seseorang tidak hanya dilihat dari jiwa lemah, sedang ataupun
kuatnya. Penerapan tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari
itulah yang penting.
Pada dasarnya, tujuan dan prinsip hidup seseorang itubaik dan
bersih. Pada saat seseorangdalam keadaan tenang, ia membuat
berbagai tujuan dan prinsip dalam hidupnya, namun ketika diterapkan
timbul beberapa hambatandari luar dirinya atau adanya pengaruh dari
lingkungan eksternalnya. Salah satu pengaruh terbesar dari luar
dirinya adalah panca indera. Panca indera yang tidak terjaga dengan
baik akan membuat seseorang terpeleset dari tujuan dan prinsip
hidupnya. Telinga bisa mendengar, mata bisa melihat, mulut bisa
berbicara. Semua itu harus dikendalikan dengan baik.
Sebagai contoh konkret, saya mempunyai tujuan hidup menjadi
seseorang yang berguna untuk menolong semua mahluk hidup sampai ajal
menemui dan filosofi hidupnya adalah bila ada orang baik kepada
saya, maka saya akan baik kepadanya, dan bila ada orang jahat kepada
saya, maka saya akan baik juga kepadanya. Dari filosofi hidup ini,
jika dilihat dari sisi psikologinya, orang tersebut mempunyai jiwa
yang sehat, tidak mendendam dan bahagia menerima hidup. Namun, itu
hanyalah sebuah filosofi hidup, yang terpenting adalah bagaimana ia
menerapkan dalam perilakunya, apakah bisa sesempurna dengan filosofi
hidupnya atau hanya sekedar membuat filosofi hidup tetapi tidak
dijalankannya ataupun ia membuat suatu filosofi hidup, namun ia
susah menjalannya karena tidak bisa menahan godaan atau hambatan
dari luar dirinya.
Sebuah filosofi hidup bisa didapatkan dari seorang pemikir-pemikir
jenius yang bijaksana, bebas dan terpelajar. Biasanya orang tersebut
dianggap sebagai seorang filsuf, pelopor kebijakan. Masing-masing
negara memiliki tokoh filosofinya. Orang pertama yang memperkenalkan
filsafat hidup ke dalam ilmu pengetahuan adalah orang Yunani yang
kebetulan pada saat itu negaranya merupakan negara yang bebas dalam
berkarya. Terbukti begitu banyak para filsuf terkenal kebanyakan
dari bangsa Yunani, sepertiAristoteles, Plato dan Socrates
Jumat, 16 November 2012
Urusan Bumi Urusan Langit
Tuhan itu penuh misteri dan mahakuasa, karenanyadia bebas melakukan apa saja sekaligus juga bebas untuk tidak melakukan apa-apa ... sesuai dengan kehendakNya dan bukan kehendak manusia. Manusia boleh meyakini apa saja dan keyakinan ini sama sekali tidak bisa ataumampu mengubah Tuhan kecuali Tuhan sendiri yang menghendakinya. Nah, jikaseseorang boleh dan bisa mempunyai keyakinan A, maka orang yang lain lagi boleh dan bisa mempunyaikeyakinan B, yang sama sekali berbeda atau bahkan bertolak belakang... Lalu siapa di antara kedua orang ini yang berkenan pada Tuhan? Tentu saja itu urusan Tuhan dan sama sekali bukan urusan manusia ...
Keduanya bisa sama-sama berkenan, keduanya bisa sama-sama tidak berkenan, salah satu berkenan atau sebaliknya. Yang jelas adalah hak prerogatif Tuhan untuk menentukan pada siapa Dia berkenan. Inilah esensi sifat mahakuasa yang dimilikinya, yang tidak jarang sifat yang luar biasaistimewa ini hanya fasih diucapkan tetapi tidak terampil dipahami, apalagidilaksanakan oleh manusia.
Sekarang ini semakin banyak orang yang merasamengetahui pikiran dan rencana Tuhan, bahkan banyak juga yang ingin berperan seperti Tuhan. Perasaan ini tentu saja berbahaya karena dengan’klaim’ semacam ini, melakukan segala sesuatu menjadi ’terasa benar’ karena nama Tuhan dilibatkan. Padahal tentu saja hal ini tidak benar karena sudah barang tentuTuhan tidak pernah memberikan hak dan kewenangan melakukan apa saja atas nama beliaunya. Tuhan memberikan perintah dan tuntunan? Ya. Tentu saja ya. Tuhan memberikan hakuntuk bertindak apa saja atas namaNya? Tidak. Tentu saja tidak.
Manusia adalah manusia. Tuhan adalah Tuhan. Kapan saja manusia memainkan peran sebagai Tuhan – apapun alasannya,pastilah tidak benar. Kecuali tentu saja jika Tuhan memang memberikan peran itu, seperti yang dapat dilihat pada sabdaNya. Peran itu pun tetap peran terbatas, sesuai dengan yang diberikan. Tidak akan lebihdari itu.
Kemampuan memahami dengan benar sifat Tuhan yang mahakuasa, dan kemudian mengaplikasikan dalam kehidupan seseorang, diyakini merupakan kunci banyak hal di dunia ini, khususnya kunci terhadap perdamaian. Melihat masalah pertikaian yang terus saja terjadi di banyakbagian dunia, bahkan pertikaiannya adalah pertikaian berdarah, apakah ada kemungkinan masing-masing pihak yangbertikai atau salah satu dari mereka, ternyata suka memerankan peran Tuhan? Karena peran Tuhan yang dirasa sedang dijalankan, maka semua tindakan, betapa pun tidakrasionalnya tindakan tersebut, lalu dianggap mempunyi pembenar untuk dilaksanakan? Memang perlu telaah yang lama dan mendalam untukmenentukan apakah hal konyol semacam ini memang terjadi dan sedang terjadi. Tetapi telaah singkat dan sederhana dalam bingkai pemikiran yang sederhana mengkonfirmasi bahwa tampaknya hal ini memang sedang terjadi. DiSyria, di Palestina, di Filipina, di Afghanistan, di Pakistan, dan di banyak tempat lainnya, pertikaian berdarah timbul tenggelam tak ada habis-habisnya. Apakah masing-masing pihak yang bertikai, atau salah satu di antaranya sedang merasa melakukan sesuatu atas nama Tuhan, sehingga menumpahkan darah menjadi sah? Silahkan dicari jawabnya ...
Oleh
Tri Budhi Sastrio
Keduanya bisa sama-sama berkenan, keduanya bisa sama-sama tidak berkenan, salah satu berkenan atau sebaliknya. Yang jelas adalah hak prerogatif Tuhan untuk menentukan pada siapa Dia berkenan. Inilah esensi sifat mahakuasa yang dimilikinya, yang tidak jarang sifat yang luar biasaistimewa ini hanya fasih diucapkan tetapi tidak terampil dipahami, apalagidilaksanakan oleh manusia.
Sekarang ini semakin banyak orang yang merasamengetahui pikiran dan rencana Tuhan, bahkan banyak juga yang ingin berperan seperti Tuhan. Perasaan ini tentu saja berbahaya karena dengan’klaim’ semacam ini, melakukan segala sesuatu menjadi ’terasa benar’ karena nama Tuhan dilibatkan. Padahal tentu saja hal ini tidak benar karena sudah barang tentuTuhan tidak pernah memberikan hak dan kewenangan melakukan apa saja atas nama beliaunya. Tuhan memberikan perintah dan tuntunan? Ya. Tentu saja ya. Tuhan memberikan hakuntuk bertindak apa saja atas namaNya? Tidak. Tentu saja tidak.
Manusia adalah manusia. Tuhan adalah Tuhan. Kapan saja manusia memainkan peran sebagai Tuhan – apapun alasannya,pastilah tidak benar. Kecuali tentu saja jika Tuhan memang memberikan peran itu, seperti yang dapat dilihat pada sabdaNya. Peran itu pun tetap peran terbatas, sesuai dengan yang diberikan. Tidak akan lebihdari itu.
Kemampuan memahami dengan benar sifat Tuhan yang mahakuasa, dan kemudian mengaplikasikan dalam kehidupan seseorang, diyakini merupakan kunci banyak hal di dunia ini, khususnya kunci terhadap perdamaian. Melihat masalah pertikaian yang terus saja terjadi di banyakbagian dunia, bahkan pertikaiannya adalah pertikaian berdarah, apakah ada kemungkinan masing-masing pihak yangbertikai atau salah satu dari mereka, ternyata suka memerankan peran Tuhan? Karena peran Tuhan yang dirasa sedang dijalankan, maka semua tindakan, betapa pun tidakrasionalnya tindakan tersebut, lalu dianggap mempunyi pembenar untuk dilaksanakan? Memang perlu telaah yang lama dan mendalam untukmenentukan apakah hal konyol semacam ini memang terjadi dan sedang terjadi. Tetapi telaah singkat dan sederhana dalam bingkai pemikiran yang sederhana mengkonfirmasi bahwa tampaknya hal ini memang sedang terjadi. DiSyria, di Palestina, di Filipina, di Afghanistan, di Pakistan, dan di banyak tempat lainnya, pertikaian berdarah timbul tenggelam tak ada habis-habisnya. Apakah masing-masing pihak yang bertikai, atau salah satu di antaranya sedang merasa melakukan sesuatu atas nama Tuhan, sehingga menumpahkan darah menjadi sah? Silahkan dicari jawabnya ...
Oleh
Tri Budhi Sastrio
Sabar Yang Tidak Ada Batasnya
Dalam percakapan sehari-hari, kita sering mendengar orang yang
berkeluh kesah tentang kesulitan yang dihadapinya apakah karena urusan
anak, istri, suami ataupun tantangan dan ujian kehidupan yang
dijalani.
"Saya sudah berusaha sabar. Tapi sabar khan adabatasnya. Kalau sudah
begini saya tidak bisa terima."
Itulah petikan kalimat yang kadang kita dengar ketika kesabaran diuji
sampai batas akhirnya.
Apakah kesabaran memang ada batasnya?
Jika kita lihat kehidupan Nabi Muhammad SAW danorang-orang sholeh
lainnya, akan didapatkan kesamaan bahwa kesabaran seharusnya tidak
berbatas. Segala ujian dan tantangan kehidupan dijalani denganpenuh
keberanian, keyakinan, dan kesabaran.
Sabar adalah sabar. Jika sabar itu hanya sampai batas tertentu, maka
sebenarnya ia bukanlah sabar.
Karena itu, tugas kita adalah untuk belajar sabaratas segala sesuatu
yang Allah hadirkan dan hadapkan. Hal ini terkait dengan sikap
kerelaan atas seluruh kejadian baik menyenangkan atau tidak karena
suatu kesadaran ada Tangan Allah yang bekerja di sana.
Suatu hari, mungkin akan ada orang yang menghinadengan sangat
kasarnya, kesulitan hidup yang tak kunjung selesai meski telah
berkali-kali dicari jalan keluarnya, dimusuhi oleh orang lain sehingga
tidak memiliki seorangpunteman untuk berbagi, atauharapan demi harapan
akan sesuatu yang tak kunjung menjadi kenyataan.
Manusia akan selalu diuji dengan berbagai bentuk kejadian maupun sikap
orang-orang di sekitarnya yang menuntut kesabaransampai dia menyadari
bahwa diri ini memang belum bisa bersabar. Sampai akhirnya Allah akan
mengajarkan arti kesabaran yang sesungguhnya. Saat itulah Allah akan
menghampiri dan membimbing untuk mengenalkan sabar pada tingkat yang
berikutnya. Sampai akhirnya semoga kita dapat mencontoh sikap sabar
orang-orang yang Dia kasihi. Dan Tuhan berkenan menganugerahkan dan
menanamkan sifat sabar di dalam diri. Pada saat itulah kita akan
mengatakan "Sabar memang tidak ada batasnya."
berkeluh kesah tentang kesulitan yang dihadapinya apakah karena urusan
anak, istri, suami ataupun tantangan dan ujian kehidupan yang
dijalani.
"Saya sudah berusaha sabar. Tapi sabar khan adabatasnya. Kalau sudah
begini saya tidak bisa terima."
Itulah petikan kalimat yang kadang kita dengar ketika kesabaran diuji
sampai batas akhirnya.
Apakah kesabaran memang ada batasnya?
Jika kita lihat kehidupan Nabi Muhammad SAW danorang-orang sholeh
lainnya, akan didapatkan kesamaan bahwa kesabaran seharusnya tidak
berbatas. Segala ujian dan tantangan kehidupan dijalani denganpenuh
keberanian, keyakinan, dan kesabaran.
Sabar adalah sabar. Jika sabar itu hanya sampai batas tertentu, maka
sebenarnya ia bukanlah sabar.
Karena itu, tugas kita adalah untuk belajar sabaratas segala sesuatu
yang Allah hadirkan dan hadapkan. Hal ini terkait dengan sikap
kerelaan atas seluruh kejadian baik menyenangkan atau tidak karena
suatu kesadaran ada Tangan Allah yang bekerja di sana.
Suatu hari, mungkin akan ada orang yang menghinadengan sangat
kasarnya, kesulitan hidup yang tak kunjung selesai meski telah
berkali-kali dicari jalan keluarnya, dimusuhi oleh orang lain sehingga
tidak memiliki seorangpunteman untuk berbagi, atauharapan demi harapan
akan sesuatu yang tak kunjung menjadi kenyataan.
Manusia akan selalu diuji dengan berbagai bentuk kejadian maupun sikap
orang-orang di sekitarnya yang menuntut kesabaransampai dia menyadari
bahwa diri ini memang belum bisa bersabar. Sampai akhirnya Allah akan
mengajarkan arti kesabaran yang sesungguhnya. Saat itulah Allah akan
menghampiri dan membimbing untuk mengenalkan sabar pada tingkat yang
berikutnya. Sampai akhirnya semoga kita dapat mencontoh sikap sabar
orang-orang yang Dia kasihi. Dan Tuhan berkenan menganugerahkan dan
menanamkan sifat sabar di dalam diri. Pada saat itulah kita akan
mengatakan "Sabar memang tidak ada batasnya."
Langganan:
Postingan (Atom)


